Kasus Pembunuhan Jurnalis Malta, Terdakwa Taipan Kasino Akhirnya Bebas dengan Jaminan


Kasus Pembunuhan Jurnalis Malta, Terdakwa Taipan Kasino Akhirnya Bebas dengan Jaminan

Taipan kasino Malta terkait kasus pembunuhan seorang jurnalis akhirnya bebas dengan jaminan usai 5 tahun ditahan.

Sekitar 5 tahun lebih usai Yorgen Fenech dicegat oleh angkatan bersenjata Malta ketika ia sedang berusaha untuk melarikan diri dari pulau Mediterania dengan menggunakan kapal pesiar, taipan kasino yang diduga melakukan pembunuhan telah dibebaskan dengan jaminan.

Kronologi Pembunuhan Jurnalis Malta

Fenech merupakan salah satu orang terkaya di Malta diringkus pada 20 November 2019 terkait keterlibatannya dalam pembunuhan seorang jurnalis anti-korupsi Daphne Caruana Galizia. Di bulan Januari 2025 lalu ia menjalankan sidang di Ibu Kota Valetta dan setuju dengan pemberian sejumlah jaminan untuk pengusaha yang membantah tuduhan terhadap dirinya.

Sebagai pihak yang memegang sebagian besar saham di Tumas Group, diketahui Fenech memiliki Qawra Oracle Casino dan Portomaso Casino Malta.

Taipan judi tersebut juga sudah berulang kali meminta jaminan usai penangkapannya, namun permintaan sebelumnya ditolak karena berisiko melarikan diri. Ia memeluk anggota keluarganya di pengadilan usai keputusan hakim, laporan dari Reuters. Walaupun proses praperadilan sudah bertahun-tahun, tanggal persidangan sebenarnya belum juga ditetapkan.

Negara Mafia

Kasus Caruana Galizia dianggap telah menjatuhkan pemerintah Malta di tahun 2019 dan ada pernyataan yang masih tersisa terkait dengan kemungkinan keterlibatan anggota jajaran politik ketika itu. Caruana Galizia meninggal dunia pada tanggal 16 Oktober 2017 akibat bom yang meledak di mobilnya, kejadian itu langsung membuatnya meninggal di tempat.

Di saat kematiannya, ia sedang melaporkan Panama Papers, cache 11,5 juta dokumen yang bocor dan secara detail menjelaskan informasi mengenai keuangan dan pengacara-klien dengan lebih dari 214.488 entitas lepas pantai.

Caruana Galizia telah menemukan adanya perusahaan yang terdaftar di Dubai, 17 Black dan berencana untuk melakukan pembayaran sebesar US$2 juta ke dua buah perusahaan cangkang lepas pantai yang dimiliki oleh Keith Schembri ketika itu jadi pembantu utama mantan perdana menteri Joseph Muscat dan Konrad Mizzi selaku menteri energi Malta yang selanjutnya menjadi menteri kesehatan.

Caruana Galizia telah dibunuh sebelum ia berhasil mengungkapkan bahwa Fenech telah mengendalikan 17 “orang hitam”. Hal tersebut diungkapkan oleh tim jurnalis investigasi internasional yang sudah bersumpah untuk tetap melanjutkan tugasnya usai ia meninggal.

Sehari sebelum penerbangan Fenech, ia ditunjuk sebagai dalang dari kasus pembunuhan berencana oleh tersangka yang juga sebagai perantara di skema tersebut, yaitu Melvin Theuma.

Theuma berjanji untuk membeberkan informasi tersebut dengan imbalan pengampunan. Ia menyebutkan adanya dua saudara laki-laki gangster yaitu George dan Alfred Degiorgio dan satu orang rekannya sebagai perencana dan melakukan tindak pembunuhan tersebut. Ketiganya pun dihukum dan ketika itu mereka menjalani hukuman penjara dalam waktu lama.

Kontrak Rusak

Jaksa meyakini bahwa Fenech telah membunuh Caruana Galizia dikarenakan ia takut terbongkarnya kontrak energi yang diduga telah dikorupsi senilai $500 juta yang memang telah diberikan oleh pemerintah Malta ke Electrogas sebagai perusahaan di Fenech menjadi pemegang saham utama.

Penyidikan kriminal merekomendasikan agar Schembri dan Mizzi dituntut karena hubungan mereka dengan 17 orang berkulit hitam. Di bawah ketentuan jaminan Fenech, ia pun dilarang untuk pergi dengan jarak 50 meter (160 kaki) dari pantai atau bandara dan jam makan malamnya mulai dari 5 sore hingga 11 pagi.

Fenech dijamin oleh 15% saham bibinya di Tumas Group dengan kisaran biaya sebesar €50 juta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *