Kasus Kasino Andy Sanborn Lanjut ke Mahkamah Agung New Hampshire


Kasus Kasino Andy Sanborn Lanjut ke Mahkamah Agung New Hampshire

Tim hukum Andy Sanborn telah ajukan banding atas kasus kasino ke Mahkamah Agung New Hampshire.

Ada salah satu pemilik dari Concord Casino New Hampshire yang ingin pengadilan tertinggi di negara bagian segera memutuskan pejabat negara bagian di kasus peraturan dan hukum terkait properti kasino permainan amal. Pengacara mewakili salah satu pemilik kasino Andy Sanborn pada beberapa waktu lalu mengajukan banding ke Mahkamah Agung di negara bagian.

Kasus Penjualan Kasino

Kasus Andy Sanborn terkait dengan tuduhan bahwa Komisi Lotere New Hampshire dan kantor Jaksa Agung negara bagian secara tidak resmi mencegah Sanborn menjual kasino. Atas tuduhan tersebut, pejabat di negara bagian telah tegas membantahnya.

Tuduhan lain adalah Sanborn menunjukkan bahwa Hakim Hukum Administrasi Gregory Albert baru-baru ini memutuskan untuk menentang Sanborn. Ada pemberian perpanjangan waktu untuk Sanborn menjual kasino amal, berdasarkan laporan dari NHPR.

Dalam masalah ini memang ekuitas sangat mendukung perpanjangan waktu, apalagi pendapatan dari pajak terbilang baik dan adanya dukungan untuk organisasi amal, ujar Albert di November 2024 lalu. Meski demikian Albert juga mengatakan bahwa ia tidak punya wewenang atas pemberian perpanjangan waktu.

Selain itu ia juga mengatakan bahwa dirinya tidak bisa memutuskan apakah kantor Kejaksaan Agung atau Komisi Lotere bertindak salah pada saat tidak menyetujui pemilik baru dan pemberian lisensi. Ada pertanyaan mengenai kesesuaian calon pembeli baru dan pertanyaan untuk pengadilan terkait. Ada lima hakim yang akan memutuskan apakah kasus tersebut didengar atau tidak.

Pencabutan Lisensi Kasus Kasino Andy Sanborn

Lisensi kasino Sanborn telah dicabut pada bulan November 2024, Albert pun memberikan izin ke Komisi Lotere untuk mencabut lisensi tersebut selama dua tahun. Sekarang ini bagi Sanborn memang menjual properti game diperlukan lisensi kembali.

Secara finansial memang ia sangat merugi karena tidak bisa menjual Concord Casino. Badan amal yang mendapatkan manfaat dari kasino pun juga merasa dirugikan kalau kasino Sanborn tidak bisa menjual tempat permainan.

Dari masalah ini memang kepentingan publik jadi taruhannya. Bahkan hingga beberapa minggu lalu kantor Kejaksaan Agung diketahui belum mengajukan tanggapan atas banding yang dilakukan.

Argumen Sebelumnya

Pada argumen sebelumnya di hadapan hakim Pengadilan Tinggi Merrimack County, pengacara Andy Sanborn pun menentang tindakan dari Komisi Lotere. Putusan pencabutan lisensi tersebut dianggap tidak masuk akal dan sudah melanggar hukum.

Ada bagian dari banding yang mengatakan bahwa selama usaha untuk kasus Sanborn menjual bisnis mereka, maka komisi diusahakan untuk mengintimidasi pembeli. Contohnya saja dengan menyarankan pembeli untuk melakukan tanggung jawab pidana atas perilaku yang diduga dilakukan oleh pemohon sebelum dilakukannya penjualan, menyebabkan menghabiskan waktu penundaan, dan merusak penjualan.

Sekitar setahun lalu, Sanborn diingatkan untuk menutup dan menjual properti usai dilakukannya penyelidikan. Lisensi kasino juga sudah ditangguhkan, selama beberapa bulan selanjutnya Sanborn diberikan perpanjangan waktu untuk menutup pembelian properti hingga putusan di bulan November 2024.

Ada sebuah entitas bernama Bettor Investment Group beberapa waktu lalu telah mencoba untuk membeli Concord Casino. Full House Resorts Inc juga diberitakan tertarik untuk membeli properti tersebut, berdasarkan berita dari Concord Monitor.

Di tahun 2023 John Formella selaku Jaksa Agung New Hampshire merilis penyelidikan untuk Andy Sanborn. Mantan senator negara bagian dan juga istrinya yang merupakan mantan Rep. Laurie Sanborn atas penggunaan dana sebesar $844K yang tidak sesuai untuk pinjaman bantuan pandemi Covid-19.

Andy Sanborn diketahui telah menghabiskan uang $182K dari dana bantuan untuk membeli kendaraan mewah seperti Porsche dan Ferrari. Salah satu kendaraan mewah tersebut diberikan ke sang istri yang termasuk pemilik dari kasino. Sayangnya atas masalah ini Sanborn tidak dituntut.

Kemudian di bulan Oktober 2024, Sanborn telah ditangkap karena kasus penipuan penggunaan dana bantuan yang diberikan untuk usaha kecil selama pandemi Covid-19. Ia diduga menggunakan dana kotor kasino sebesar $1 juta dan menerima tambahan dana $188 dari uang pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *