Kasino Massal Genting Malaysia, Perluasan Bisnis Tanpa Dampak Besar?


Kasino Massal Genting Malaysia, Perluasan Bisnis Tanpa Dampak Besar

Benarkah kasino massal di Genting Malaysia adalah ekspansi bisnis tanpa memberikan dampak besar?

Setidaknya sudah satu tahun usai penutupan dua dari tiga kasino di Resorts World Genting in Malaysia (RWG) telah mengenalkan lobi game massal baru. Namun hal tersebut dianggap belum bisa memenuhi pendapatan standar perusahaan.

Samuel Yin Shao Yang selaku analis Maybank saat mengunjungi Kasino Genting RWG pada 30 Desember 2024 lalu berpendapat bahwa lobi kasino baru dengan 36 meja live dealer, RUPSLB, dan slot volatilitas rendah seakan tidak memaksa pihaknya untuk merevisi berapa besar perkiraan pendapatan ke depan.

Penutupan 2 Kasino di Bulan Februari

Pada Februari 2024 lalu kasino Hollywood dan Circus Palace RWG resmi ditutup tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu. Dari penutupan kedua kasino itu hanya menyisakan SkyCasino yang dirilis lebih awal, kasino tersebut juga terbuka bagi semua pemain.

Genting Casino tidak diyakini melakukan banyak hal dalam kelonggaran ini, saran dari New Straits Times. Mempunyai luas di bawah 1.900 meter persegi, hal tersebut menambahkan kurang dari 10% kapasitas penutupan dua kasino sebelumnya.

Karena hal ini hasil kuartal ketiga tahun 2024 Genting Malaysia, Maybank memangkas perkiraan pendapatan game bruto (GGR) pasar massal untuk jangka panjang senilai 25% dari RM3,1 miliar (£557,7 juta/€668,3 juta/$688,2 juta) menjadi RM2,85 miliar.

Pada bulan Desember kemarin, Yin mengatakan bahwa pihaknya memperkirakan kedua lobi kasino akan kembali dibuka untuk memanfaatkan liburan akhir tahun.

Penutupan Kasino Malaysia Menurunkan Ekspansi

Induk RWG Genting Malaysia awalnya tidak membeberkan alasan yang jelas mengenai penutupan kasino. Selanjutnya mereka mengklaim penutupan tersebut untuk direnovasi terlebih dahulu sebagai upaya keberlanjutan dan meningkatkan efisiensi operasional perusahaan dan meningkatkan pengalaman bermain game serta hiburan bagi para tamu kasino.

Pada akhirnya perusahaan pun mengakui bahwa kemungkinan kasino tidak akan kembali dibuka kecuali pendapatan bisnis mengalami peningkatan.

Berdasarkan berita dari Free Malaysia Today, pembukaan SkyCasino pada tahun 2017 seakan jadi “lonceng kematian” bagi Hollywood dan Circus Palace yang melayani generasi baru para penggemar game taruhan.

Terlepas dari ketidakpastian yang muncul, Maybank meyakini valuasi Genting Malaysia begitu menarik dan bisa mempertahankan peringkat pembelian.

Malaysia Lancarkan Kampanye Pariwisata

Peningkatan pariwisata pun perlu mendorong rebound. Singapura dianggap sebagai pasar pengumpan paling tinggi, diikuti oleh Indonesia, Thailand, Brunei, dan juga India. Destinasi tersebut kian populer di kalangan wisatawan Indonesia, Korea Selatan, serta Taiwan.

Malaysia pun menikmati adanya lonjakan kedatangan tamu dari India di tahun lalu dan ada 3 juga orang Tiongkok, data ini menunjukkan peningkatan sebesar 136,5%.

Forum Pariwisata ASEAN yang diadakan di Johor pada tanggal 15 – 20 Januari lalu dianggap dapat memicu pariwisata yang kuat dan berkelanjutan di semua negara anggota forum. Kampanye Malaysia Travel Year 2026 dirilis beberapa waktu lalu oleh Kementerian Pariwisata, Seni, dan Kebudayaan (MOTAC) telah memperluas rute udara internasional ke negara-negara terkait.

Ini semua dianggap sebagai indikator positif untuk Resorts World Genting yang lokasinya ada di Genting Highlands, sebuah wilayah pegunungan di atas Kuala Lumpur. RWG pun dibuka pada tahun 1965 dan jadi satu-satunya resor kasino dengan lisensi resmi di Malaysia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *